Jalan Menuju Bumi Jihad - KENANGAN
Headlines News :


Home » » Jalan Menuju Bumi Jihad

Jalan Menuju Bumi Jihad

Written By ADMIN on 30 August 2008 | 5:35 PM

Segala puji bagi Allah, Robb seluruh alam, yang telah berfirman di dalam kitab-Nya:َ

Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, pasti akan kami tunjukkan mereka kepada jalan-jalan Kami. (Surah Al-Ankabut ayat 69) 

Dan sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Rasul-Nya yang terpercaya,Muhammad bin Abdillah, pemuka manusia pada generasi awal maupun generasi akhir, komandan Al-Ghurrul Muhajjalin, juga kepada seluruh keluarga dan sahabatnya, wa ba'du:


Sesungguhnya banyak kaum muslimin pada hari ini yang telah dapat menerima sepenuhnyabahwasanya jihad itu hukumnya adalah fardhu 'ain kerana musuh telah menyerang bumi kaummuslimin. Mereka juga dapat menerima sepenuhnya bahwasanya para mujahidin dan umat Islamsangat memerlukan pemuda yang mahu membela agama ini, dan membela darah sertakehormatan kaum muslimin. 

Akan tetapi kelapangan dada mereka untuk menerima kenyataan ini tidak dilanjutkan (diteruskan) dalam praktek nyata oleh sebagian besar kaum muslimin, untuk bergabung ke bumi jihad? 

Akan tetapi kelapangan dada mereka juga ini akan hilang ketika dihadapkan dengan pertanyaan: Bagaimana jalan untuk menuju bumi jihad? Bagaimana caranya agar kita sampai ke bumi jihad? 

Namun sebagai jawaban untuk pertanyaan ini, kebanyakan kaum muslimin tidak dengan terus menerus mencari jalan akan tetapi justru mereka malah berpangku tangan, tidak mencarinya dan menipu diri sendiri dengan menganggap bahwasanya ini adalah udzur/alasan yang boleh diterima di hadapan Allah. 

Di sini saya akan membicarakan masalah jalan menuju medan jihad dan bagaimana caranya agarumat ini bisa sampai medan jihad, dan apa yang dimaksudkan dengan jalan menuju medan jihad. 

Sesungguhnya jihad pada hari ini dianggap sebagai kekuatan menakutkan yang menggoncangsinggahsana kaum Yahudi dan kaum Salibiyyah. Dan bagi kuffar, jihad itu juga seolah-olahnya bagaikan hantu yang mengancam dunia beserta kebudayaan dan keamanannya. Demikianlah sebutan jihad pada mulut golongan kuffar. 

Oleh kerana dunia menggambarkan jihad dengan gambaran semacam ini, maka jangan sekali-kali seorang muslim menyangka bahwa ia akan dapat sampai ke bumi jihad dengan mudah. Akan tetapi ia akan hadapi pelbagai ancaman yang harus dilalui supaya dia dapat berjihad. 

Dan jangan sampai ada seorang muslim pun yang mempunyai anggapan bahwa musuhnya pada akan menaburi jalannya menuju bumi jihad dengan bunga dan wangi-wangian, lalu mengatakan kepadanya: “Silakan, silakan, semoga kamu mendapat ridlo Allah dan syurga.”

 
Sesungguhnya orang yang mengira bahwa musuhnya akan memperlakukannya seperti ini,adalah orang yang tidak berilmu (bodoh) yang tidak memahami tabiat musuhnya yang telah Allah ta'ala terangkan di dalam Al Qur'an:

 َMereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sehingga mereka berjaya mengeluarkan kalian daripada dien/agama kalian jika mereka sanggup/mampu. (Surah Al-Baqarah ayat 217) 

Mereka berusaha siang dan malam untuk menghalangi orang-orang beriman dari agama merekadan dari jihad mereka. 

Perlu difahami, saya bukan mahu melemahkan semangat para PEMUDA YANG TELAH MERINDUKAN JIHAD. Sama sekali tidak! Akan tetapi saya ingin mendekatkan gambaran jihad yang sepatutnya difahami oleh setiap muslim sebelum ia menempuh jalan menuju medan jihad. 

Dan hendaknya setiap orang yang ingin pergi ke medan jihad memahami bahawa sekadar keinginan/niat untuk berjihad tanpa benar-benar berperang saja tidak cukup untuk dijadikan udzur. 

Memang dengan mempunyai keinginan/niat, engkau boleh terbebas dari sifat munafik, akan tetapi untuk benar-benar mendapatkan udzur untuk tidak berjihad dihadapan Allah memerlukan usaha-usaha selain keinginan semata atau Allah pasti mengazab kita lantaran udzur/alasan kita itu tidak diterima oleh ALlah.

 Dan hendaknya semua pemuda Islam mengetahui bahwasanya mereka-mereka yang telah berjaya masuk ke bumi jihad dan berjihad di sana telah telah berusaha dengan segenap kemampuan mereka. Malah, mereka turut merasakan kelelahan, ketakutan dan perburuan (diburu golongan kuffar). Mereka mempunyai keinginan/niat yang tulus sehingga Allah mengabulkan keinginan mereka untuk sampai ke medan jihad. 

Oleh kerana itu Allah menganggap ibadah ‘Menempuh Jalan Menuju Medan Jihad’ itu sendiri sebagai jihad sehingga dengannnya Allah memberikan pahala dan balasan yang sangat besar. 

Allah menganggap orang yang keluar ke bumi jihad itu sebagai mujahid dan jika ia mati maka ia mati syahid. Semua keutamaan dan balasan itu diberikan untuk memberikan motivasi kepada umat Islam agar memiliki semangat jihad. 

Kerana apa? Kerana sesungguhnya jika dia ialah seorang mujahid, maka dia terlalu ingin mendapatkan salah satu dari dua hal yang sangat baik, menang atau mati syahid. Maka, apabila ia mendapatkan salah satu dari keduanya beerti dia telah mendapatkan kemenangan. 

Oleh kerana itu Allah ta'ala dan Rasul shollAllahu 'alaihi wa sallam menerangkan bahwa barangsiapa keluar Daripada rumah untuk berjihad, maka ia pasti akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan. Allah ta'ala berfirman: 

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrahyang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrahkepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai tempatdituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah An Nisa' ayat 100) 

Di dalam ayat ini Allah menerangkan bahwasanya barangsiapa keluar rumah menuju bumi jihadia akan mendapatkan tempat untuk berlindung dan rezeki yang banyak, dan jika ia mati maka ia tetap memperoleh pahalanya di sisi Allah yang Maha Mulia, yang tidak akan memberikan balasan selain syurga abadi kepadanya. Allah juga berfirman: 

َDan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah kemudian mereka terbunuh atau mati niscayaAllah akan memberikan rezeki yang baik kepada mereka. Dan sesungguhnya Allah benar-benar sebaik-baik pemberi rezeki. (Surah Al-Hajj ayat 58)

 Dan dalam ayat ini Allah menerangkan bahwasanya orang yang keluar untuk berjihad itu, baik iaterbunuh atau mati, maka Allah berjanji memberikan rezeki yang baik. Dan Allah ta'ala berfirman: 

َDan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah setelah mereka di aniaya, pasti Kami akanmemberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia, dan sungguh pahala yang akan ia dapatkan di akhirat lebih besar lagi jika mereka mengetahui. (Surah An-Nahl ayat 41) 

Di dalam ayat ini Allah ta'ala juga menerangkan bahwasanya Allah akan memberikan rezeki yangbaik kepada mujahid dan bukan hanya pahala saja, dan sungguh pahala di akhirat itu lebih besar lagi walaupun mungkin di dunia ia belum sempat mendapatkan rezeki yang baik (kemenangan/ghanimah) lantaran suatu hikmah yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. 

Dan di dalam hadits, Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam menjelaskan permasalahan inidengan ungkapan yang indah, dan dapat mendekatkan gambaran kepada kita denganmemaparkan kemungkinan-kemungkinan bencana yang akan menimpa kita dalam hijrah, dengan tujuan supaya semangat kita semakin kuat untuk keluar berjihad. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan yang lainnya dari Abu Malik Al Asy'ari rodliyAllahu 'anhu, ia mengatakan, saya pernah mendengar Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

َBarangsiapa keluar di jalan Allah lalu dia mati atau terbunuh maka dia syahid, atau terpelantingoleh kudanya atau untanya atau disengat binatang berbisa atau mati atas tempat tidurnya atau dengan cara apapun yang Allah kehendaki maka sungguh dia syahid dan dia mendapat syurga. 

Ibnu Muflih mengatakan di dalam kitab Al Furu': Di dalam sanad hadits ini ada Baqiyah yang masih diperselisihkan statusnya akan tetapi hadits ini hasan insya Allah. Ibnu Abi 'Ashim juga mengatakan: Isnad hadits ini hasan lighoirihi. Sedangkan Al Hakim mengatakan; Hadits ini sesuai dengan syarat Muslim. Di dalam sanad hadits ini terdapat Baqiyah dan 'Abdur Rohman bin Tsauban yang mana keduanya adalah dlo'if. Akan tetapi hadits ini diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi di dalam Sunannya. Di sana ia mengatakan: 

Diriwayatkan dari Abu Malik Al Asy'ari, ia mengatakan: Saya pernah mendengar Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla berfirman: Barangsiapa keluar di jalan Allah untuk mencari wajah-Nya, kerana membenarkan janji-Nya dan kerana beriman kepada risalah-Nya, maka Allah menjamin akan mematikannya dalam sebuah pasukan dengan cara mati yang bagaimanapun yang Allah kehendaki sehingga Allah memasukkannya ke dalam syurga. Atau ia akan terus berjalan dalam jaminan Allah meskipun lama kepergiannya, kemudian Allah mengembalikannya kepada keluarganya dalam keadaan selamat dengan membawa pahala dan ghonimah. Beliau bersabda: Dan barangsiapa keluar di jalan Allah kemudian mati atau terbunuh maka dia syahid, atau ia terpelanting oleh kudanya atau untanya, atau disengat binatang berbisa atau ia mati di atas tempat tidurnya dengan cara mati yang bagaimanapun yang Allah kehendaki, maka sesungguhnya ia syahid dan ia mendapatkan syurga. 

Hadits tersebut juga diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abdulloh bin'Atiq rodliyAllahu 'anhu, ia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 َBarangsiapa keluar rumah untuk berjihad fi sabilillah, kemudian beliau menunjukkan tigajarinya, yakni jari tengah, telunjuk dan ibu jari, lalu beliau mengumpulkannya, dan beliau bersabda dan manakah mujahidin, lalu ia tersungkur dari binatang tunggangannya lalu mati, maka pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah, atau dia disengat binatang kemudian ia mati makapahalanya telah ditetapkan di sisi Allah, atau dia mati dengan cara apapun maka pahalanya telahditetapkan disisi Allah 'azza wa jalla. 

Dalam sanad hadits ini juga terdapat Muhammad bin Ishaq, akan tetapi ayat-ayat di atasmemperkuat hadits-hadits ini dan tidak bertentangan dengannya. Hal ini telah difahami Al-Bukhori dan beliau membuat satu bab tersendiri dalam Shohih nya tentang masalah ini, yakni Bab Keutamaan orang yang terpelanting di jalan Allah lalu ia mati maka di termasuk dalam golongan mereka, dan firman Allah ta'ala: 

Dan barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nyakemudian ia mati maka pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. (Surah An-Nisa’ ayat 100) 

Ibnu Hajar berkata: Yang dimaksud dengan kalimat [maka dia termasuk golongan mereka (rujuk judul bab yang diberikan oleh Al-Bukhori)] adalah termasuk golongan mujahidin. Sedangkan yang dimaksud dengan firman Allah [kemudian ia mati] itu lebih bersifat umum daripada hanya sekadar terbunuh atau terjatuh dari binatang tunggangan atau yang lainnya, maka ayat ini cocok dengan judul babnya. Dan Ath Thobari telah meriwayatkan dari jalur Sa'id bin Jubair, As Suddi dan yang lainnya, bahwasanya ayat ini turun berkenaan dengan seorang muslim yang tinggal di Mekkah, lalu tatkala ia mendengar firman Allah ta'ala yang bermaksud: 

َBukankah bumi Allah itu luas sehingga kalian dapat berhijrah ke sana. (Surah An-Nisa’ ayat 97) 

Ketika mendengar ayat ini ia mengatakan kepada keluarganya, sedangkan dia dalam keadaansakit: Keluarkanlah aku ke arah Madinah! Maka keluarganya pun mengeluarkannya ke jalan arahMadinah kemudian ia mati di tengah jalan, maka turunlah ayat tersebut di atas. Dan yang benar nama orang tersebut adalah Dhomroh. Hal ini telah saya terangkan dalam kitabku yang membahas tentang sahabat. Sedangkan firman Allah yang berbunyi [waqo'a: wajaba, rujuk surah An-Nisa ayat 100], ia mengatakan: firman-Nya yang bermaksud: Artinya adalah pahalanya telah ditetapkan." Sampai di sini perkataan Ibnu Hajar secara ringkas. 

Jika pahala bagi orang yang menempuh perjalanan untuk berjihad saja seperti ini, lalu bagaimana dengan pahala jihad itu sendiri!
 

Allah tidak menjadikan pahala menempuh jalan menuju jihad denganmemberikan darjat dan jaminan seperti ini kecuali kerana Allah mengetahui bahwasanya perjalanan menuju jihad itu sangat berat. 

Hal itu kerana dua perkara: 

Pertama:
Kerana ini adalah awal dari kesusahan yang dihadapi oleh seorang mujahid ketika ia meninggalkan keluarga dan hartanya sedangkan jiwanya belum terbiasa dengan kesusahan. 

Kedua:
Kerana menghalang jalan kaum muslimin menuju medan jihad itu lebih mudah bagi musuh daripada membunuh mujahidin setelah ia bersedia dan memanggul senjata (telahpun siap sedia memulakan jihad). 

Dan dalam rangka membakar semangat serta menompa tekad, Allah memberikan pahala yang sangat besar kepada orang yang menempuh perjalanan menuju jihad, dan Allah juga menjamin akan memberikan pahala kepada mujahid, jaminan yang tidak meragukan sedikitpun.

 Ini seperti yang disebutkan di dalam Shohih Al Bukhari dan Shohih Muslim, sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Huroiroh, ia mengatakan: Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 َAllah MENJAMIN orang yang keluar di jalan-Nya tidak ada tujuan lain selain untuk berjihad di jalan-Ku dan kerana iman kepada-Ku serta percaya kepada para Rasul-Ku, orang tersebut Aku jamin untuk Aku masukkan ke syurga atau Aku kembalikan dia ke rumahnya yang dia keluar darinya dengan memperoleh pahala dan ghonimah.

 Jaminan kuat yang Allah berikan kepada orang yang keluar untuk berjihad di jalan-Nya inimerupakan bukti nyata atas beratnya perjalanan menuju jihad bagi jiwa, yang dipenuhi dengan pelbagai ancaman. Oleh itu Allah ringankan kesulitan ini dengan pahala yang sangat besar.

 Atas dasar ini,JIKA ENGKAU BENAR-BENAR MEMPUNYAI KEINGINAN UNTUK BERJIHAD, maka jangan sekali-kali engkau berhenti dengan keinginan saja, kerana ini tidak cukup untuk engkau jadikan alasan dihadapan Allah untuk tidak berjihad, selama engkau mampu untuk keluar atau mampu untuk hanya sekadar melakukan usaha yang ada peluang berhasilnya.

 MAKA BERUSAHALAH DAN TEMPUHLAH JALAN MENUJU JIHAD. Dan ketahuilah, sesungguhnya orang-orang yang telah sampai ke bumi jihad itu bukanlah orang-orang yang mempunyai keajaiban, akan tetapi mereka mereka telah berusaha kemudian Allah memberikan kemudahan kepada mereka sehingga Allah palingkan pendengaran dan penglihatan musuh dari mereka sehingga mereka dapat sampai ke medan jihad. 

Dan sungguh jalan menuju
medan jihad itu banyak sekali. Misalnya Afghanistan, engkau bisamelalui Pakistan, Iran, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmanistan dan Cina. Begitu pula Chechnya, engkau dapat melalui Gorgia, Daghestan, Ingusetia dan Rusia. Kemudian Palestina, engkau dapat melalui Mesir, Yordan, Lebanon dan Suria. Kemudian Kasymir, engkau bisa melalui Pakistan dan India. Kemudian Eriteria, engkau dapat melalui Sudan, Atsyubia dan laut merah. Dan lihatlah pula Philipina, Pattani Darussalam dan bumi-bumi jihad lainnya, juga memiliki jalan yang sangat banyak sehingga mustahil semua jalan itu tertutup bagi orang yang mempunyai tekad untuk berangkat ke medan jihad. 

Maka merancanglah dan jalankanlah perancangan itu, ATAS IZIN ALLAH TAALA EANGKAU AKAN SAMPAI KE JALAN JIHAD ITU!

 Dan katakan umat Islam ini jumlahnya adalah satu million, sehingga seandainya ada satu juta saja dari kaum muslimin yang mau berusaha pergi ke medan jihad tentu dapat dipastikan seratus ribu orang di antara mereka yang sampai ke tujuan, insyaallah. 

Dangan jumlah itu insya Allah seluruh medan jihad akan tercukupi. Akan tetapi kebanyakan umat Islam berpaling dari jihad dan beralasan bahwasanya jalan menuju medan jihad telah tertutup. 

Padahal Allah telah menolak alasan-alasan kita dan telah menjadikanpahala orang yang mati atau terbunuh dalam perjalanan jihad sebagai syahid. Namun kita masih saja mencari-cari alasan-alasan lain untuk menunda-nunda waktu dan untuk tidak berjihad, semoga Allah tidak menjadikan kita termasuk orang-orang yang Allah firmankan dalam ayat yang bermaksud: 

َDan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka membuat persiapan untuk keberangkatanitu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan/dicela kepada mereka:"Tinggallah kamu bersama orang-oang yang tinggal itu (golongan wanita dan anak-anak)". (Surah At-Taubah ayat 46) 

Selain itu kita juga berharap supaya Allah tidak jadikan kita termasuk orang-orang yang Allahsebutkan dalam firman-Nya: 

ْKalau yang kamu serukan kepada mereka itu, keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah:"Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat berperang bersama-samamu". Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahawa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. (Surah At-Taubah ayat 42) 

Akan tetapi
YAKINLAH wahai saudaraku,demi Allah jika engkau JUJUR untuk MENCARI jalan jihadniscaya Allah akan MENGABULKAN KEIKHLASANMU,dan Dia telah MENJAMIN AKAN MENYAMPAIKAN DIRIMU KE MEDAN JIHAD,kerana Dia telah berfirman:

 
َDan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Kami niscaya Kami tunjuki dia kepada jalan Kami (jalan Iman, Hijrah dan Jihad). Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik. (Surah Al-Ankabut ayat 69)

(Diolah daripada Buku ‘
Idhoat Ala Darbil Jihad’ oleh Asy-Syahid Syaikh Yusuf bin Sholih Al-‘Uyairy Al-Battar Rohimahulloh)
Share this article :

0 comments:

Top 10 Members

Recent Visitors

Total Pageviews

 
Support : Creating Website | KENANGAN | KENANGAN
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. KENANGAN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by KENANGAN